wyT7Ou6uzyfjs6GqEuDgdba8KnU
Link2Communion.com http://link2communion.com/pages/index.php?refid=noeyputra

Minggu, 16 Oktober 2011

MUHAMMAD NATSIR


Mohammad Natsir adalah salah satu tokoh handal dalam Pemikir,Intelektual,dan Negarawan.Natsir lahir di Alahan Panjang,Kabupaten Solok,Sumatera Barat,17 Juli 1908 dan wafat di Jakarta tahun 1993.Ia lahir dari keluarga muslim yang taat sehingga arus pemikiran Natsir tidak dapat terlepas dari hubungan antara agama dan kemerdekaan berpikir serta hubungan antara agama dan bangsa.
Sebagai seorang pemikir,Natsir banyak menyumbangkan pemikirannya baik yang bersifat keagamaan maupun kebangsaan.Pemikirannnya dalam bidang agama yakni membuka perspektif agama,keagamaan kaum muslimin Indonesia agar bersikap terbuka bagi ide pembaharuan terutama yang berkaitan dengan implementasi ajaran agama dan kehidupan sosial.Selain itu pemikiran Natsir  juga diakuai oleh dunia internasional,hal ini dibuktikan dengan banyaknya orang-orang atau tokoh-tokoh islam dari negara-negara mayoritas yang mengagumi dan menghormati.Hal ini dikarenakan pemikiran M.Natsir yang multi dimensional dan salah satunya berpengaruh dalam proses modernisasi pemikiran Islam di dunia.Sedangkan mengenai Kebangsaan dan Ke-Indonesiaan menurut Natsir,kita tidak dapat menghilangkan ke-Indonesiaan kita,karena Allla-lah yang menjadikan kita berbangsa-bangsa seperti yang nampak di muka bumi sekarang ini.Kita harus dapat berbahagia dan bergembira memperlihatkan kepada dunia luar,inilah kami bangsa Indonesia,bahasa kami demikian,kebudayaan kami demikian,tulisan batik-batik kami demikian,ukiran kami demikian dan sebagainya.
Pemikiran Natsir di bidang pendidikan dapat dilihat dari saran yang beliau berikan kepada kita bahwa landasan pendidikan sebagai salah satu dari butir dari berbagai sistem pendidikan adalah Tauhid.Pak Natsir menegeemukakan keterkaitan antara tujuan pendidikan Islam dengan landasan tauhid.Suatu ciri dasar yang membedakan kedua sistem tersebut yaitu menetapkan tujuan hidup.Pengetahuan dan teknologi merupakan alat,bukan tujuan,untuk melaksanakan kehidupan.Baik yang terkait dengan Allah secara langsung maupun hubungannya dengan interaksioanalnya dengan makhluk tuhan yang lainnya.
Salah satu inferensi yang dapat ditarik ialah bahwa Pak Natsir mengajarkan kepada umat islam pentingnya kegiatan terpadu antara pendidikan dan kegiatan kemasyarakatan atau kegiatan politik sebagai suatu upaya kemasyarakatan ( politik keumatan).M.Natsir sejak tahun 1930 yaitu ketika pandangan terakhir ini dituliskan beliau telah menyatakan gagasannya tentang upaya kebutuhan koordinatif di kalangan lembaga – lembaga pendidikan Islam,bahkan sampai kepada saat dimunculkannya gagasan –gagasan untuk dibentuknya badan kerjasama pendidikan pesantren dan badan kerjasama perguruan tinggi islam swasta yang sampai saat ini masih hidup.
Sebagai seorang Negarawan,Natsir adalah seorang nasionalis sejati.Ia adalah demokrat yang menghormati dan menghargai pendapat.Natsir pernah menjadi ketua Jong Islamaten Bond (JIB) Bandung 1928-1932,Mohammad Natsir pernah pula aktif di Partai Islam Indonesia (PII) dan PERSIS.Selain itu,Natsir pernah  pula menjadi anggota Dewan Kabupaten Bandung ( 1940-1942).Ia pun pernah aktif sebagai anggota KNIP ( Komite Nasional Indonesia Pusat ) 1945-1946.Menjabat sebagai Menteri Penerangan tiga periode pada era Kabinet Syahrir dan Hatta,1946-1949.Kemudian menjadi ketua Masyumi 1949-1958.Pada saat Indonesia menjadi negara serikat (RIS),sebagai produk Konferensi Meja Bundar (KMB),Natsir menolak tawaran Bung Hatta menjadi PM negara bagian RI di jogja.Dalam sidang Parlemen RIS ( Republik Indonesia Serikat) 3 April 1950,Natsir melontarkan MOSI yang memungkinkan RI bersatu kembali,setelah terpecah – pecah menjadi 17 negara bagian.Mosi ini sangat populer dan terkenal dengan nama Mosi Integral Natsir.Atas jasanya ini bung Karno mengangkat Natsir sebagai Perdana Menteri.Pada saat itu umurnya baru 42 tahun.
Hubungan Natsir dengan Soekarno mulai merenggang ketika tokoh yang terakhir ini mulai mendekat dengan golongan kiri,yakni golongan komunis.Pendirian Natsir sama dengan pendirian Mohammad Hatta.Ia melihat komunisme sebagai bahaya dan ancaman terhadap negara dan bangsa  secara keseluruhan.Sebagai salah seorang perumus ideologi politik Islam yang berhaluan modern,Natsir mempunyai alasan – alasan doktreiner dan ideologis untuk menolak kehadiran kaum komunis.Tetapi Soekarno melihatnya dari sisi lain.Baginya kaum komunis di Indonesia adalah kekuatan radikal dan revolusioner yang dapat menjadi salah satu unsur kekuatan dinamika bangsa.Perbedaan lain antara Natsir dan Soekarno adalah mengenai pandangannya mengenai demokrasi dan konstitusionalisme.Perbedaan ini muncul pada akhir tahun 1956,ketika Soekarno mulai mengecam pelaksanaan demokrasi di Indonesia yang dinilainya bersifat “ liberal” dan tidak sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa.
Mengenai masalah politik luar negeri,dalam sebuah pidatonya di depan parlemen ketika menjadi Perdana Menteri.Pak Natsir menyampaikan tentang politik luar negeri hasil diskusinya dengan Pak Room.Pada waktu itu pak Natsir mengatakan :Politik luar negeri yang bebas.Ketika di parlemen ditanya,” politik bebas yang bagaimana?” Perdana Menteri Natsir menjawab bukan politik bebas yang pasif,tetapi politik yang bebas aktif.Dan sejak saat itu politik luar negeri bebas aktif kita kenal sampai sekarang.
Demikian lah pemikiran salah satu tokoh nasional yang banyak menyumbang pemikirannya baik di bidang keagamaan,kebangsaan,pendidikan dan yang lebih penting pemikirannya tentang penyatuan kembali RI yang sempat terpecah menjadi 17 negara bagian pada saat Indonesia berbentuk serikat dan sistem politik luar negeri Indonesia yang sampai saat ini masih digunakan. 
 
DAFTAR PUSTAKA
Pemikiran dan perjuangan mohammad natsir.Dr.Tarmizi Taher,Dr.Anwar Harjono,Ir.A.M.Saefudin,Prof.Dr.Taufik Abdullah,Dr.Ichlasul Amal,Prof.Dr.Jusuf Amir Feisal,Dr.Mochtar Naim,Dr.Nurcholis Madjid,Dr.Muh.Imaduddin Abdul Rahim,Dr. Yusril Ihza.Pustaka firdaus.2001.jakarta.

1 komentar:

hostgator coupon